Total Tayangan Laman

Kamis, 26 Mei 2016

Perpaduan Bensin dan Elpiji sebagai Bahan Bakar!

 
Bensin Dan Elpiji 
  Produsen konverter kit untuk menggantikan bahan bakar bensin menjadi CNG sudah banyak beredar. Konverter kit bikinan bisa menggabungkan kinerja bensin dan tabung elpiji rumahan, yakni jenis 3 kg (melon) atau 12 kg (biru) sesuai kondisi. Gaskit, alat yang diciptakan, mampu menutupi kelemahan konverter kit lainnya. Penggunaan tabung elpiji 3 kg dan 12 kg dianggap tetap aman dan gampang dicari, bahkan di warung kecil sekalipun. 
  
   Kalau gas elpiji dengan tekanan 20 psi menyemprot terus bisa beku, karena dipengaruhi udara di sekitarnya. Efeknya, gas tidak lancar masuk ke ruang bakar dan mobil jadi tidak stabil. Dengan Gaskit, kami menyediakan boks khusus kedap udara, sehingga tidak akan membekukan suplai gas. Menjamin keamanan, karena dalam boks kedap udara, juga dilengkapi sensor yang mendeteksi kebocoran gas. Boks akan mengeluarkan bunyi sebagai peringatan bila ada kebocoran. Kendati demikian, regulator sangat kuat dan kecil kemungkinan bocor. Selain sensor sensitif, tempat penyimpanan tabung elpiji 12 kg atau 3 kg juga punya mekanisme otomatis yang membuang gas bocor ke udara bebas di luar ruangan. Kendati menggunakan elpiji, bensin sebagai bahan bakar utama mobil tetap digunakan, bensin akan disemprotkan saat melakukan starter awal dan ketika elpiji hampir habis. Semua dikendalikan secara otomatis melalui alat khusus. Satu set peralatan ini di banderol dengan harga Rp 10 juta, lengkap termasuk paket boks tabung, unit elektronik, dan pemasangan.

Tidak ada komentar: